Thursday, 14 September 2017

Pertolongan Pertama pada Anak Sakit - Alergi dan Asma






Semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya dan tida pernah menginginkan sang buat hati sakti ataupun mengalami kecelakaan. Banyak orang tua menjadi panic ketiak anak sakit ataupun mengalami kecalakaan mereka tidak tahu apa yang harius dilakukan, terlebih bila rumah jauh dari rumah sakit ataupun instalasi medis lainnya. Kepanikan tersebut sebenarnya dapat diminimalisasi, apabila orangtua memiliki pengetahuan dalam melakukan tindakan pertolongan pertama. Lebih jauh lagi, tindakan pertolongan yang salah dapat mengakibatkan sakit/ cedera anak bertambah parah. Tentunya hal tersebut sangat tidak diinginkan oleh orangtua manapun.

Dalam melakukan tindakan pertolongan, orangtua harus bersikap tenang, namun harus cepat dan cekatan. Jangan sekali-kali menampakan sikap cemas, ragu-ragu, khawatir, sedih terlebih menangis di depan anak. Hal itu justru akan memberikan pengaruh negative terhadap psikologis anak dan akan dapat menyebabkan anak menolak tindakan pertolongan yang dilakukan. Usahakan untuk mengalihkan perhatian anak pada hal-hal yang disenangi anak. Bila anak sudah cukup besar dapat dilakukan komunikasi yang aktif sebelum, saat dan sesudah tindakan pertolongan dilakukan. Komunikasi yang baik akan membantu orangtua menemukan penyebab sakit/ cedera sehingga tindakan pertolongan yang dilakukan menjadi lebih efektif serta lebih menunjang proses kesembuhan.

Catatan ini berisikan panduan tindakan pertolongan pertama pada anak sakti dan kecelakaan sehingga dpaat digunakan sebagai panduan dalam melakukan pertolongan pertama untuk sang buat hati. Akan tetapi bila sakti/ cedera anak tdak segera membaik, tetap saja perlu melakkan konsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Apabila tindakan pertolongan yang dilakukan tidak menunjukan tanda-tanda kesembuhan, sebaiknya segera bawa anak ke rumah sakit atau instalasi medis lain agar anak mendapatkan penanganan dari tenaga medis. Prinsip tindakan pertolongan pada anak adalah jangan pernah meremehkan gejala sekecil apapun. Usahakan mencari tahu penyebab munculnya setiap jenis gejala. Dapat jadi gejala ringan yang terlihat merupakan pertanda penyakit/ cedera yang lebih serius. Semakin cepat dan tepat tindaan pertolongan dilakukan orangtua maka semakin menunjang kesembuhan sang buah hati.


ALERGI
A
lergi atau hipersensitif tip I adalah respons kekebelan tubuh yang berlebihan  terhadap sesuatu yang dianggap asing oleh tubuh. Benda asing penyebab alergi disebut elergen. Alergen bersifat atopic, artinya benda tersebut dianggap berbahaya pada tubuh penderita sementara pada orang lain tidak menimbulkan gejala apapun.





Alergi ditimbulkan karena tubuh menghasilkan antibody tertentu yang sensitive terhadap alergen. Penyebab alergi atau Alergen dapat bermacam-macam, misalnya : debu, udar dingin, bulu binatang, spora, serbuk sari, makanan, minuman, susu, ataupun benda-benda lain yang pada orang normal tidak menimbulkan gejala. Alergi dapat muncul pada bayi baru lahir, usia anak-anak bahkan terbawa hingga dewasa. Pada sebagai penderita reaksi alergi baru muncul pada usia tertentu dan sebelumnya tidak ada tanda-tanda bakat/ bawaan alergi.

Jenis alergi lain yang sering dijumpai pada anak adalah alergi susu. Alergi susu adalah ketidakmampuan tubuh (terutama saluran cerna) terhadap salah satu atau lebih jenis protein susu ang masuk ke dalam tubuh. Alergi susu diderita oleh 3% anak di seluruh dunia. Akan tetapi, alergi ini dapat hilang dengan sendirinya setelah anak berusia lebih dari 3 tahun.

Alergi pada sebagian penderita juga dapat berubah menjadi bentuk alergi lain ataupun hilang dengan sendirinya. Pada banyak anak, bawaan alergi dapat berubah menjadi gangguan pernapasan seperti rhinitis, tonsillitis/ amandel, bahkan asma. Alergi pada anak biasana diturunkan dari gen orangtuanya. Riwayat alergi orangtua memperbesar kemungkinan terjadi alergi pada anak.



GEJALA ALERGI

Gejala alergi dapat bermacam macam tergantung jenis alergi, jenis Alergen, serta bagian/ organ tubuh yan alergi. Adapun gejala ang umum timbul adalah ruam kulit, gatal-gatal, muntah, bersin, batuk, sembelit, sesak napas, sakit perut, diare, kejang perut, dan lain sebagainya.

BAGAIMANA PENANGANAN ALERGI




1. Alergi dapat dihindari dengan cara-cara berikut :
2. Menjauhkan Alergen dari penderita;
3. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan;
4. Makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh;
5. Membiasakan pola hidu sehat dan teratur, termasuk berolahraga dan diet;
6. Konsultasi dengan dokter atau tenaga medis lain serta melakukan terapi pengendalian alergi (imunoterapi);
7. Memberikan imunisasi dengan benar dan tepat waktu pada anak.



ASMA
A
sma dapat digolongkan sebagai alergi atau hipersensitivitas yang menyerang saluran saluran pernapasan. Penderita asma akan sangat sensitive terhadap pencetus alergi atau yang disebut sebagai Alergen, seperti debu, bulu binatang, serbuk sari, spora, asap, udara dingin, atau pun beraktifitas terlalu berat. Pada serangan asma otot-otot polos di saluran napas akan berkontraksi mengakibatkan terjadinya penyepitan saluran napas.



Penyebab terjadi asma dibedakan menjadi dua factor, yaitu factor dasar dan factor pencetus.
Factor dasar adalah keadaan yang sudah ada sejak penderita lahir dan biasanya diturunkan secara genetis. Yang tergolong dalam factor dasar adalah sebagai berikut:
- Riwayat keturunan asma;
- Kelainan atau hipersensitif saluran napas;
- bakat elergi lain.



Factor pencetus adalah penyebab terjadinya asma yang bersalah dari luar tubuh penderita. Yang tergolong dalam factor pencetus adalah sebagai berikut:

- Alergen;
- Polusi udara d keadaan kebersihan lingkungan yang buruk
- kebiasan hidup yang kurang sehat;
- Pola makan yang tidak baik serta buruknya asupan gizi;
- Iklim serta cuaca ang tidak menguntungkan;
- Aktivitas yang terlalu berat.

GEJALA ASMA

Gejala penyakit asma adalah sebagai berikut :
- Sesak napas dengan frekwensi dan tingkat keparahan yang berbeda tergantung tingkat keseriusan serangan;
- Batuk dan bengek;
- Rasa gatal di dada dan di leher.

     BAGAIMANA PENANGANAN ASMA


Pertolongan pertama pada anak yang mengalami serangan asma dikukan dengan cara sebagai berikut :

- Melonggarkan pakaian, ikat pinggang dan setiap benda yang menghalangi pernapasan;
-   memposisikan anak pada keadaan setengah duduk dan mengupayakan agar anak melakukan pernapasan perut;
-   Memberikan bantuan pernapasan, salah satunya dengan memberikan bantuan oksigen;
-   Bila serangan asma berat dan tidak kunjung reda, segera bawa anak ke rumah sakit ataupun instalasi medis lainnya.

Pengobatan asma dilakukan dengan cara berikut :
-   Memberikan obat-obatan yang sesuai, terutama pada saat terjadinya serangan asma  untuk mencegah akibat buruk yang dapat terjadi. Adapun jenis obat-obatan tersebut adalah Bronkodilator, Aminophilin, Peluruh Dahak, serta Nebulizer untuk melebarkan saluran napas.
-   Melakukan imunoterapi untuk mengurangi frekwensi serangan bahkan menghilangkan alergi.

     BAGAIMANA CARA MENCEGAH ASMA

Cara pencegahan asma adalah sebagai berikut:
-   Menjauhkan alergen dari anak yang menderita asma;
-   Menciptakan kondisi lingkungan yang bersih dan sehat sehingga mendukung kesehatan serta pengobatan penderita;
-   Memberikan makanan yang bergiizi;
-   Membiasakan anak melakukan pola hidup sehat dan berolahraga secara teratur;
-   Mempersiapkan obat-obatan yang dibutuhkan untuk menanggulangi terjadinya serangan secara mendadak.




  Demikian Catatan Harianku semoga bermanfaat dan silahkan ikuti blog ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kesehatan


Sumber :
dr. Niluh Swasanti & Winkanda Satria Putra
Yogyakarta : Kata Hati, 2016
ISBN : 978-602-1579-08-4

No comments:

Post a Comment

Pertolongan Pertama pada Anak Sakit - Alergi dan Asma

Semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya dan tida pernah menginginkan sang buat hati sakti ataupun ...