Semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya dan tida pernah menginginkan sang buat hati sakti ataupun mengalami kecelakaan. Banyak orang tua menjadi panic ketiak anak sakit ataupun mengalami kecalakaan mereka tidak tahu apa yang harius dilakukan, terlebih bila rumah jauh dari rumah sakit ataupun instalasi medis lainnya. Kepanikan tersebut sebenarnya dapat diminimalisasi, apabila orangtua memiliki pengetahuan dalam melakukan tindakan pertolongan pertama. Lebih jauh lagi, tindakan pertolongan yang salah dapat mengakibatkan sakit/ cedera anak bertambah parah. Tentunya hal tersebut sangat tidak diinginkan oleh orangtua manapun.
Dalam
melakukan tindakan pertolongan, orangtua harus bersikap tenang, namun harus
cepat dan cekatan. Jangan sekali-kali menampakan sikap cemas, ragu-ragu,
khawatir, sedih terlebih menangis di depan anak. Hal itu justru akan memberikan
pengaruh negative terhadap psikologis anak dan akan dapat menyebabkan anak
menolak tindakan pertolongan yang dilakukan. Usahakan untuk mengalihkan
perhatian anak pada hal-hal yang disenangi anak. Bila anak sudah cukup besar
dapat dilakukan komunikasi yang aktif sebelum, saat dan sesudah tindakan
pertolongan dilakukan. Komunikasi yang baik akan membantu orangtua menemukan
penyebab sakit/ cedera sehingga tindakan pertolongan yang dilakukan menjadi
lebih efektif serta lebih menunjang proses kesembuhan.
Catatan
ini berisikan panduan tindakan pertolongan pertama pada anak sakti dan
kecelakaan sehingga dpaat digunakan sebagai panduan dalam melakukan pertolongan
pertama untuk sang buat hati. Akan tetapi bila sakti/ cedera anak tdak segera
membaik, tetap saja perlu melakkan konsultasi dengan tenaga medis untuk
mendapatkan penanganan yang lebih tepat.
Apabila
tindakan pertolongan yang dilakukan tidak menunjukan tanda-tanda kesembuhan,
sebaiknya segera bawa anak ke rumah sakit atau instalasi medis lain agar anak
mendapatkan penanganan dari tenaga medis. Prinsip tindakan pertolongan pada
anak adalah jangan pernah meremehkan gejala sekecil apapun. Usahakan mencari
tahu penyebab munculnya setiap jenis gejala. Dapat jadi gejala ringan yang
terlihat merupakan pertanda penyakit/ cedera yang lebih serius. Semakin cepat
dan tepat tindaan pertolongan dilakukan orangtua maka semakin menunjang
kesembuhan sang buah hati.
ALERGI
A
|
lergi
atau hipersensitif tip I adalah respons kekebelan tubuh yang berlebihan terhadap sesuatu yang dianggap asing oleh
tubuh. Benda asing penyebab alergi disebut elergen. Alergen bersifat atopic,
artinya benda tersebut dianggap berbahaya pada tubuh penderita sementara pada
orang lain tidak menimbulkan gejala apapun.
Alergi
ditimbulkan karena tubuh menghasilkan antibody tertentu yang sensitive terhadap
alergen. Penyebab alergi atau Alergen dapat bermacam-macam, misalnya : debu,
udar dingin, bulu binatang, spora, serbuk sari, makanan, minuman, susu, ataupun
benda-benda lain yang pada orang normal tidak menimbulkan gejala. Alergi dapat
muncul pada bayi baru lahir, usia anak-anak bahkan terbawa hingga dewasa. Pada
sebagai penderita reaksi alergi baru muncul pada usia tertentu dan sebelumnya
tidak ada tanda-tanda bakat/ bawaan alergi.
Jenis
alergi lain yang sering dijumpai pada anak adalah alergi susu. Alergi susu
adalah ketidakmampuan tubuh (terutama saluran cerna) terhadap salah satu atau
lebih jenis protein susu ang masuk ke dalam tubuh. Alergi susu diderita oleh 3%
anak di seluruh dunia. Akan tetapi, alergi ini dapat hilang dengan sendirinya
setelah anak berusia lebih dari 3 tahun.
Alergi
pada sebagian penderita juga dapat berubah menjadi bentuk alergi lain ataupun
hilang dengan sendirinya. Pada banyak anak, bawaan alergi dapat berubah menjadi
gangguan pernapasan seperti rhinitis, tonsillitis/ amandel, bahkan asma. Alergi
pada anak biasana diturunkan dari gen orangtuanya. Riwayat alergi orangtua
memperbesar kemungkinan terjadi alergi pada anak.
GEJALA ALERGI
Gejala
alergi dapat bermacam macam tergantung jenis alergi, jenis Alergen, serta
bagian/ organ tubuh yan alergi. Adapun gejala ang umum timbul adalah ruam
kulit, gatal-gatal, muntah, bersin, batuk, sembelit, sesak napas, sakit perut,
diare, kejang perut, dan lain sebagainya.
BAGAIMANA PENANGANAN ALERGI
1. Alergi
dapat dihindari dengan cara-cara berikut :
2. Menjauhkan
Alergen dari penderita;
3. Menjaga
kebersihan diri dan lingkungan;
4. Makan
makanan yang bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh;
5. Membiasakan
pola hidu sehat dan teratur, termasuk berolahraga dan diet;
6. Konsultasi dengan dokter atau tenaga medis lain serta melakukan
terapi pengendalian alergi (imunoterapi);
7.
Memberikan imunisasi dengan benar dan tepat waktu pada anak.
ASMA
A
|
sma
dapat digolongkan sebagai alergi atau hipersensitivitas yang menyerang saluran
saluran pernapasan. Penderita asma akan sangat sensitive terhadap pencetus
alergi atau yang disebut sebagai Alergen, seperti debu, bulu binatang, serbuk
sari, spora, asap, udara dingin, atau pun beraktifitas terlalu berat. Pada
serangan asma otot-otot polos di saluran napas akan berkontraksi mengakibatkan
terjadinya penyepitan saluran napas.
Penyebab
terjadi asma dibedakan menjadi dua factor, yaitu factor dasar dan factor
pencetus.
Factor
dasar adalah keadaan yang sudah ada sejak penderita lahir dan biasanya
diturunkan secara genetis. Yang tergolong dalam factor dasar adalah sebagai
berikut:
-
Riwayat keturunan asma;
-
Kelainan atau hipersensitif saluran napas;
-
bakat elergi lain.
Factor
pencetus adalah penyebab terjadinya asma yang bersalah dari luar tubuh
penderita. Yang tergolong dalam factor pencetus adalah sebagai berikut:
-
Alergen;
-
Polusi udara d keadaan kebersihan lingkungan yang buruk
-
kebiasan hidup yang kurang sehat;
-
Pola makan yang tidak baik serta buruknya asupan gizi;
-
Iklim serta cuaca ang tidak menguntungkan;
-
Aktivitas yang terlalu berat.
GEJALA ASMA
Gejala
penyakit asma adalah sebagai berikut :
- Sesak napas dengan frekwensi dan tingkat
keparahan yang berbeda tergantung tingkat keseriusan serangan;
- Batuk dan bengek;
- Rasa gatal di dada dan di leher.
BAGAIMANA
PENANGANAN ASMA
Pertolongan
pertama pada anak yang mengalami serangan asma dikukan dengan cara sebagai
berikut :
- Melonggarkan pakaian,
ikat pinggang dan setiap benda yang menghalangi pernapasan;
- memposisikan anak pada keadaan setengah duduk dan mengupayakan
agar anak melakukan pernapasan perut;
- Memberikan bantuan pernapasan, salah satunya dengan memberikan
bantuan oksigen;
- Bila serangan asma berat dan tidak kunjung reda, segera bawa anak
ke rumah sakit ataupun instalasi medis lainnya.
Pengobatan asma dilakukan
dengan cara berikut :
- Memberikan obat-obatan yang sesuai, terutama pada saat terjadinya
serangan asma untuk mencegah akibat
buruk yang dapat terjadi. Adapun jenis obat-obatan tersebut adalah
Bronkodilator, Aminophilin, Peluruh Dahak, serta Nebulizer untuk melebarkan
saluran napas.
- Melakukan imunoterapi untuk mengurangi frekwensi serangan bahkan
menghilangkan alergi.
BAGAIMANA CARA MENCEGAH ASMA
Cara pencegahan asma adalah
sebagai berikut:
- Menjauhkan alergen dari anak yang menderita asma;
- Menciptakan kondisi lingkungan yang bersih dan sehat sehingga
mendukung kesehatan serta pengobatan penderita;
- Memberikan makanan yang bergiizi;
- Membiasakan anak melakukan pola hidup sehat dan berolahraga secara
teratur;
- Mempersiapkan obat-obatan yang dibutuhkan untuk menanggulangi
terjadinya serangan secara mendadak.
Demikian Catatan Harianku semoga bermanfaat dan silahkan ikuti blog ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kesehatan
Sumber
:
dr.
Niluh Swasanti & Winkanda Satria Putra
Yogyakarta
: Kata Hati, 2016
ISBN
: 978-602-1579-08-4









No comments:
Post a Comment